Home > Apa Saja > Reformasi Birokrasi

Reformasi Birokrasi

Salah satu topik yang sedang sedang angat di ranah penyelenggaraan organisasi pemerintahaan adalah Program Reformasi Birokrasi (RB). Esensi dari program tersebut adalah memberikan pelayanan publik yang lebih baik dan meningkatkannya secara berkesinambungan. Untuk itu pembenahan dilakukan melalui aspek-aspek: Organisasi/Kelembagaan, Ketatalaksanaan/Proses Bisnis dan Sumber Daya Manusia (SDM). Organisasi diatur dan disusun berdasarkan fungsi untuk menghasilkan output dan outcome yang sesuai dengan pelayanan yang diharapkan masyarakat. Ketatalaksanaan juga harus dibenahi agar tidak saja akuntabel dan transparan, tetapi juga ringkas, singkat, dan murah. Untuk menjalankan itu semua dibutuhkan SDM yang kompeten serta bekerja secara terukur dan disiplin.

Tujuan program ini bisa diibaratkan seperti naik kereta. Kemarin dulu yang kita naiki adalah kereta dengan lokomotif yang sudah tua, gerbong yang berkecoa dan tanpa lampu, kru kereta yang sangat tidak menyenangkan dan dengan jadwal yang super ngaret. Kini kita bersiap-siap untuk ganti kereta sekelas Shinkanshen atawa TGV: cepat, nyaman, relatif lebih aman, dan lebih murah.

Sebagai contoh, di organisasi Departemen Keuangan penyempurnaan program reformasi birokrasi dilakukan melalui pencanangan program utama reformasi birokrasi yang mencakup:

  • Penataan Organisasi, meliputi : modernisasi organisasi, pemisahan, penggabungan, dan penajaman fungsi organisasi.
  • Perbaikan Proses Bisnis, meliputi: analisis dan evaluasi jabatan, analisis beban kerja, dan penyusunan Standar Prosedur Operasi (SOP).
  • Peningkatan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), meliputi : penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi, pembangunan assessment center, penyusunan pola mutasi, peningkatan disiplin, dan pengintegrasian Sistem Informasi Manajemen SDM.

Namun, yang namanya setiap kebijakan tentu membawa resiko. Barangkali aspek yang paling riskan adalah yang menyangkut aspek SDM aparatur pemerintah atawa PNS. Ada sistem reward dan punishment di situ. Ada PNS yang dipertahankan dan ada yang terpaksa harus ditingalkan. Ibaratnya, walaupun lokomotifnya sudah pakai mesin jet, tentu kinerja kereta tidak akan bisa maksimal jika gerbongnya masih sekelas gerbong kereta odong-odong Tanah Abang – Parung Panjang. Sang gerbong ini akan berjalan ngedek atau  ngegol (oling atau limbung) jika diajak gerak cepat oleh lokomotif. Jadinya malah membebani sistem. Nah, gerbong-gerbong inilah yang pada akhirnya harus diafkir. Bagi unsur SDM, diafkir artinya dinonkaryakankan atau dipensiunkan.

Dinonkaryakan. Begitulah yang terjadi di beberapa instansi. Banyak PNS yang tidak lulus penilaian untuk dikaryakan di unit pelayanan prima/utama, pada akhirnya harus terpinggirkan, ditampung di unit-unit kerja yang belum ‘direformasi-birokrasikan’. Padahal unit-unit tersebut sejatinya tidak memerlukan tambahan pegawai dalam menjalankan tugas fungsinya. Tiba-tiba kelebihan pegawai. Maka jadilah PNS ‘terpinggirkan’ tersebut nonkarya di unit barunya. Tiap hari hanya datang ke kantor untuk absen pagi dan sore. Siangnya? Terserah, toh tidak ada beban kerja yang harus dilaksanakan. Dan ini tentu saja tidak mengenakkan, baik bagi pegawai, boss unit yang bersangkutan, maupun organisasi secara umum. Beruntung bagi orang-orang yang memiliki kesempatan untuk pindah ke departemen/lembaga lain atau ke pemda dan melanjutkan berkarya di tempat baru. Namun tidak semua orang beroleh kesempatan seperti ini.

Dipensiunkan. Tampaknya langkah yang demikian menjadi pilihan terakhir. Karena masalah yang demikian menyangkut urusan periuk nasi banyak rumah, menyangkut urusan biaya sekolah banyak anak-anak.

Lalu apa jalan keluarnya? Tak sanggup saya menjawab pertanyaan tersebut. Kapasitas saya  masih sangat jauh untuk meberikan jalan keluar. Barangkali paman atau bibi memiliki gagasan yang bagus dalam hal ini? Mari, mari berbagi di sini.

Ya. Jadi boss itu memang susah.

——-

Reformasi Birokrasi diambil dari sini.

Gambar diambil dari sini tanpa isin tanpa izin.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: